NEKAD, Pernah Disambangi KPK, Namun Anggaran Terus Menggila

LUBUKLINGGAU – Pembangunan Food Court Merdeka Juara di kawasan Alun-Alun Merdeka, Kota Lubuklinggau, menelan anggaran hingga dua miliaran rupiah. Namun, pada tahun 2026, proyek tersebut kembali mendapat alokasi anggaran hampir Rp400 juta.
Tahun ini, anggaran kembali dikucurkan untuk pengerjaan sanitasi. Besaran anggaran tersebut pun menjadi sorotan karena dinilai sangat besar untuk pekerjaan yang disebut berfokus pada sektor sanitasi.
Kondisi ini menuai perhatian, terlebih sebelumnya tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyambangi Kota Lubuklinggau.
Kedatangan tim dari lembaga antirasuah tersebut berlangsung pada Jumat, 8 Agustus 2025 lalu. Kegiatan itu berfokus pada monitoring terhadap sejumlah aspek tata kelola pemerintahan, meliputi perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, manajemen kepegawaian, serta optimalisasi pendapatan daerah.
Aspek-aspek tersebut menjadi perhatian serius dan dinilai perlu segera diperbaiki agar tidak berdampak terhadap penilaian maupun tindak lanjut dari KPK.
Sementara itu, via WhatsApp, wartawan Peristiwa Bangsa berupaya mengonfirmasi Aries, Kabid PU Cipta Karya Kota Lubuklinggau yang juga menjabat sebagai Ketua Arsitek Lubuklinggau, Musi Rawas. Aries disebut turut mengoordinasikan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga tahapan lainnya. Namun, tidak ada jawaban. Rabu (14/10/2026)
Salah seorang penggiat kontrol sosial di Kota Lubuklinggau turut menyoroti persoalan tersebut. Ia melontarkan ungkapan dalam bahasa daerah, “Nah, itu netak dewek ngocok dewek,” ujarnya.
Melalui pemberitaan ini, penggiat kontrol sosial daerah ini berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun lagi dan langsung ke lapangan untuk meninjau proyek Food Court Merdeka Juara serta memeriksa pihak-pihak terkait guna memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan. (Rizal)