FOOD COURT MERDEKA JUARA BELUM DIMANFAATKAN, ANGGARAN KEMBALI DISOROT

Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU — Pembangunan Food Court Merdeka Juara di kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Lubuklinggau kembali menjadi sorotan.

Pasalnya, bangunan yang disebut menelan anggaran hingga miliaran rupiah tersebut hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.

Pantauan Peristiwa Bangsa beberapa hari lalu di lokasi menunjukkan, area food court masih belum difungsikan. Bahkan, terlihat ada pekerja yang melakukan pengerjaan pada area sanitasi.

Yang menjadi pertanyaan, pada tahun 2026 proyek tersebut kembali mendapat penganggaran.

Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan publik. Mengapa fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran cukup besar belum juga dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya? dan mengapa masih membutuhkan anggaran lanjutan?

Informasi yang beredar menyebutkan, keterlambatan pemanfaatan food court berkaitan dengan persoalan perencanaan sejak awal pembangunan.

Namun, hal tersebut tentunya perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak yang berwenang agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh.

Sorotan lain juga muncul terkait keterlibatan pihak yang disebut memiliki tanggung jawab dalam bidang arsitektur sekaligus terlibat dalam proses perencanaan proyek.

Jika benar terdapat rangkap peran dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan, publik tentu berhak mengetahui bagaimana mekanisme pengawasan dan pertanggungjawabannya.

Sebab, ketika sebuah proyek telah menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah namun belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, pertanyaan mengenai perencanaan, pengawasan, kualitas pekerjaan, hingga efektivitas penggunaan anggaran menjadi hal yang wajar untuk disampaikan.

Lalu, sebenarnya apa yang membuat Food Court Merdeka Juara belum juga dapat difungsikan?

Apakah persoalannya berada pada perencanaan, pekerjaan yang belum selesai, atau ada kendala lain?

Peristiwa Bangsa telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kabid PU Cipta Karya Kota Lubuklinggau, Aries. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban, meski konfirmasi telah dilakukan beberapa kali, baik dengan datang langsung ke kantor PU Lubuklinggau maupun melalui WhatsApp.

Publik tentu menunggu penjelasan resmi. Terutama mengenai berapa total anggaran yang telah dikucurkan, apa saja pekerjaan yang sudah diselesaikan, apa kendala yang menyebabkan fasilitas belum dimanfaatkan, serta mengapa pada 2026 kembali terdapat anggaran untuk pekerjaan tersebut.

Karena uang yang digunakan adalah anggaran publik, maka transparansi dan penjelasan mengenai proyek ini menjadi penting. Jika sudah tidak transparan dampaknya menimbulkan celah kecurangan tentunya berujung pada keuangan Negara. (Rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *